Pandemi Covid-19 menghantam juga negeri kita. Selama virus corona ini masih mewabah di tengah masyarakat, semua sektor termasuk pendidikan terkena dampaknya. Kebijakan physical distancing untuk memutus penyebaran wabah, memaksa perubahan dari pendidikan formal di bangku sekolah menjadi belajar dari rumah dalam skala nasional. Meski pembelajaran dilaksanakan dari rumah, tidak menyurutkan usaha saya sebagai pendidik untuk menyelenggarakan pembelajaran yang efektif dengan mengintegrasikan TIK di dalamnya.
Upaya pertama yang saya lakukan adalah melakukan asesmen diagnosis non kognitif awal. Apa itu asesmen diagnosis non-kognitif awal?
Asesmen Diagnosis non-kognitif awal adalah usaha yang dilakukan di awal pembelajaran untuk mengetahui kesejahteraan psikologi dan emosional peserta didik, aktivitas belajar peserta didik di rumah, dan kondisi keluarga peserta didik. Saya menyiapkan berbagai pertanyaan untuk mendapatkan simpulan terkait apakah siswa memiliki gawai dan tersambung dengan jaringan jika menggunakan sistem pembelajaran online? apakah orang tua mampu mendampingi ketika peserta didik belajar di rumah? apa saja kegiatan anak didik dirumah?
Berdasarkan hasil diagnosis non-kognitif, siswa menyatakan memiliki HP android untuk melakukan pembelajaran. Akhirnya saya memadukan antara pembelajaran daring dan luring. Bagaimana caranya mengajarkan siswa tentang suatu konsep IPA di tengah pandemi ini?
Menjawab tantangan tersebut saya menggunakan Model Pembelajaran Discovery-Inquiry Learning untuk membelajarkan konsep IPA di Kelas VII. Model discovery-inqury learning adalah model pembelajaran yang berpusat pada siswa dimana di dalamnya terdapat kegiatan penyelidikan dan penemuan untuk memahami suatu permasalahan terkait dengan fenomena dunia nyata siswa. Sintaks model Discovery-inqury learning dimulai dari pemberian rangsang, mengidentifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, pembuktian dan diakhiri dengan menarik kesimpulan terkait serangkaian kegiatan yang telah dilalui sebelumnya.
Sebagai sumber belajar saya menggunakan Fitur utama dari Portal Rumah Belajar. Fitur yang saya pakai yaitu Sumber Belajar dari platform Rumah belajar berupa video dan media pembelajaran interaktif. Penggunaan sumber belajar berupa video interaktif saya downloadkan dari Portal Rumah Belajar. Kemudian saya tautkan di postingan blog saya pada langkah pembuktian dari sintaks model pembelajaran discovery learning. Saya juga mengarahkan siswa untuk login di akun rumah belajar untuk belajar mandiri mencari sumber pengetahuan. Jika terdapat materi yang membutuhkan percobaan secara virtual, saya menggunakan fitur Laboratorium Maya.
Media Blog saya pergunakan untuk menyampaikan sintaks pembelajaran secara daring. Dimana saya juga mengawinkan fitur google seperti google classroom, google site, dan tentunya google form untuk melakukan evaluasi. Sebagai selingan saya memberikan games seru seperti cucoklogi sains, yaitu games mencocokkan gamba, kemudian turnamen dengan quizziz, dan teka-teki silang ceria terkait materi IPA.
Habis gelap terbitlah terang. Semoga pandemi ini segera berlalu dan kita bisa belajar di sekolah seperti sedia kala.
Jadi ingin mencoba Fitur Rumah Belajar
BalasHapusthe article is very good and interesting if you need a reference you can check it here https://unair.ac.id/site/article/read/2855/s1-teknologi-sains-data.html
BalasHapus